RITUAL KEMATIAN PADA SUKU DANI

06.15 Unknown 0 Comments

Di Indonesia tentu saja kita mengenal berbagai macam suku yang ada, dan tentunya di suku - suku tersebut pasti memiliki upacara adat kelahiran, pernikahan, kematian dan masih banyak lagi. Nah kali ini saya akan membahas tentang ritual kematian suku yang berada di daerah Papua, lebih tepatnya adalah suku Dani. Ritual Kematian merupakan peristiwa sedih yang dinyatakan dalam upacara berkabung. Pada Ritual suku dani, orang - orang yang telah meninggal akan dibakar.

Pada upacara pembakaran jenzah, tubuh orang yang meninggal dihias dan didudukkan diatas suatu singgasana ( bea). Upacara ini dilakukan disuatu lapangan dipusat perkampungan. Para kerabat dan orang-orang yang datang untuk melayat akan duduk mengelilingi bea dan menangis sekeras-kerasnya. Tubuh para wanita dilumuri dengan lumpur putih tanda berkabung dengan nyanyian-nyanyian kematian dan ratapan. Dan pada siang harinya beberapa orang dukun melakukan upacara memotong satu ruas jari dari tiap anggota keluarga inti orang yang meninggal dengan menggunakan kapak batu tetapi ada juga yang menggunakan bambu. Dan luka dari pemotongan itu akan di balut dengan sejenis daun. Jerit tangis dari anak-anak yang menjalani pemotongan jari ini, akan menghilang diantara orang-orang yang sedang melayat. Biasanya jari-jari yang dipotong, bukan hanya sekali saja, tetapi tergantung berapa banyak kerabat terdekat yang meninggal, mereka akan melakukan lagi ritual pemotongan jari. Bahkan sampai jari mereka habis. Dan apabila jari-jari mereka telah dipotong habis, mereka akan memotong lagi sebagian dari telingan mereka.


Setelah itu, mereka akan melakukan upacara pembakaran jenazah dan para kerabat orang yang meninggal membakar daging babi di dalam lubang-lubang yang mereka gali di dalam tanah dan sebagian akan disajikan untuk ruh ( ame), orang yang meninggal. Sore harinya daging yang telah masak itu dimakan bersama dan menjelang senja semua perhiasan yang dikenakan pada jenazah diambil dan tubuh jenazah itu digosok dengan minyak babi. Setelah itu dimulai pembakaran jenazah, yang diiringi dengan jerit tangis orang-orang yang datang melayat.


Source : quineshia.blogspot.com

0 komentar: